FUNGSI
MANAJEMEN PADA PT. PERTAMINA
A. Perencanaan
(Planning)
VISI
dan MISI
Visi: Menjadi Perusahaan Energi
Nasional Kelas Dunia. Misi: Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru
dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang
kuat.
Untuk mewujudkan Visi Perseroan
sebagai perusahaan kelas dunia, maka Perseroan sebagai perusahan milik Negara
turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi
dan pembangunan nasional pada umumnya, terutama di bidang penyelenggaraan usaha
energi, yaitu energi baru dan terbarukan, minyak dan gas bumi baik di dalam
maupun di luar negeri serta kegiatan lain yang terkait atau menunjang kegiatan
usaha di bidang energi, yaitu energi baru dan terbarukan, minyak dan gas bumi
tersebut serta pengembangan optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perseroan
untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing
kuat serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan
menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Misi Perseroan menjalankan usaha
inti minyak, gas, bahan bakar nabati serta kegiatan pengembangan, eksplorasi,
produksi dan niaga energi baru dan terbarukan (new and renewable energy)
secara terintegrasi.
B.
Pengorganisasian
(Organizing)
Pertamina
mendefinisikan modal intelektual dalam tiga kategori, yaitu pertama, Human
Capital dengan melakukan evaluasi dan monitoring memalui Talent pool
serta diskusi melalui Community of Practice (CoP). Kedua,
Enterprise Capital melalui Sistem Tata Kerja (STK), sistem manajemen, HAKI
dan pengelolaan asset pengetahuan. Terakhir, Customer Capital, setiap
tahunnya Pertamina menyelenggarakan customer loyalty dan customer
satisfaction survey.Dengan adanya modal intelektual Pertamina mampu
meningkatkan bisnisnya pada energi panas bumi, mengakuisisi beberapa blok di
dalam negeri, dan bermain di Coal Bed Methane (CBM).
C.
Pemotivasian
(Motivating)
Salah satu cara yang dilakukan, dengan memperkuat kecerdasan spiritual karyawan melalui Personal Transformation Program. Program pelatihan sumber daya manusia ini dimaksudkan agar motivasi diri dan kebahagiaan secara spiritual karyawan lebih meningkat. Apalagi para karyawan berkomitmen mempertahankan produksi migas di Lapangan Sukowati dan Lapangan Mudi tetap berada di kisaran angka sekitar 11.000 hingga 12.000 barrel per hari.
General Manager JOB PPEJ Akbarsyah mengatakan, kematangan cara pandang, berpikir dan emosional karyawan sangat mempengaruhi hasil pekerjaan. “Kematangan emosi dan spiritual bisa menentukan keberhasilan dan yang menjadi cita-cita kita semua. Pelatihan dilakukan dengan tujuan agar pekerja dapat mengoptimalkan sikap positif sehingga dapat bekerja lebih baik secara individu maupun tim,” lanjutnya.
Ia menambahkan, manajemen juga bertanggung jawab terhadap kebahagiaan spiritual pekerja, sehingga memandang sebuah pekerjaan bukan sebagai beban. “Pekerja dapat memaknai setiap tantangan yang datang sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga dapat bekerja dalam tekanan.”
Salah satu cara yang dilakukan, dengan memperkuat kecerdasan spiritual karyawan melalui Personal Transformation Program. Program pelatihan sumber daya manusia ini dimaksudkan agar motivasi diri dan kebahagiaan secara spiritual karyawan lebih meningkat. Apalagi para karyawan berkomitmen mempertahankan produksi migas di Lapangan Sukowati dan Lapangan Mudi tetap berada di kisaran angka sekitar 11.000 hingga 12.000 barrel per hari.
General Manager JOB PPEJ Akbarsyah mengatakan, kematangan cara pandang, berpikir dan emosional karyawan sangat mempengaruhi hasil pekerjaan. “Kematangan emosi dan spiritual bisa menentukan keberhasilan dan yang menjadi cita-cita kita semua. Pelatihan dilakukan dengan tujuan agar pekerja dapat mengoptimalkan sikap positif sehingga dapat bekerja lebih baik secara individu maupun tim,” lanjutnya.
Ia menambahkan, manajemen juga bertanggung jawab terhadap kebahagiaan spiritual pekerja, sehingga memandang sebuah pekerjaan bukan sebagai beban. “Pekerja dapat memaknai setiap tantangan yang datang sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga dapat bekerja dalam tekanan.”
D.
kepegawaian
(Staffing )
Melakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.
E.
Pengendalian
(controlling)
disadari
bahwa hampir semua kegiatan operasi rig, operasi pemboran dan kerja ulang
memiliki resiko yang tinggi sehingga perlu metode–metode dan prosedur kerja
untuk mengurangi resiko tersebut. semua pekerja, kontraktor atau pemasok yang
bekerja untuk pt. pertamina drilling services indonesia diharuskan mempelajari,
memahami dan mematuhi manual, prosedur dan aturan hse perusahaan, standar
praktis industri sejenis, serta peraturan dan perundang–undangan pemerintah
yang berlaku. dengan begitu pertamina juga mengeluarkan beberapa kebijakan,
sebagai contoh : 1. kebijakan larangan pemakaian narkoba, minuman keras dan
merokok 2. kebijakan mutu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar