Dampak Akibat dan Penjelasan Seputar MSG (mecin)
Masyarakat umumnya menyebut bahan ini dengan Vestsin,
sebagian lagi mengenalnya derngan micin. Vestsin Atau micin adalah bahan yang
memiliki nama ilmiah MSG(monosodium Glutamate), yang paling umum dikenal
sebagai bahan penyedap pada masakan. Hingga kini masih terjadi perdebatan,
mengenai efek samping mengkonsumsi MSg dari makanan setiap hari.
MSG atau kepanjangan dari Monosodium Glutamate merupakan salah satu bumbu pelezat makanan yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Setiap makan yang dimasak oleh keluarga kita ataupun para penjualan makanan hampir semuanya menggunakan MSG sebagai penyedap makanan. Tujuan dari penambahan MSG agar makanan terasa lezat dan gurih. beberapa orang akan mengatakan makanan akan terasa kurang nikmat dan gurih ataupun ada rasa yang hilang jika kita tidak menambahkan bumbu penyedap ini kedalam makanan.
Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang apa saja seputar macam-macam dan hal-hal yan terdapat dalam kandungan MSG, dari segi keburukan atau dampaknya maupun kelebihannya sekalipun. berikut adalah beberapa penjelasan seputar MSG.
Terbuat dari apakah Monosodium
glutamate?
Menurut Volker Wendisch dalam bukunya yang berjudul “Amino
Acid Biosintesis”, Monosodium glutamat ditemukan dan diisolasi dari
hydrolyzates rumput laut jepang ” konbu ” oleh Dr Kikunae Ikeda. Pada tahun
1912, monosodium glutamat mulai diproduksi secara massal oleh perusahaan
Ajinomoto di Jepang. Belum sampaipada tahun 1950-an, produksi MSG sudah mulai
menggunakan bahan dari hasil fermentasi gula murah dan amonia untuk
menghasilkan glutamat. fermentasi gula murah adalah yang kita kenal dengan nama
gula tetes tebu.
Keamanan MSG
Menurut Food and Drug Administration USA, WHO, dan FAO
Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebenarnya MSG ini adalah bahan makanan yang aman.
Namun seiring dengan semakin banyaknya bahan ini digunakan diseluruh dunia,
maka mulai timbul banyak Kontroversi tentang MSG. Banyak laporan keluhan
negatif tentang efek samping mengkonsumsi makanan yang mengandung vetsin.
Anekdot yang muncul Sejak tahun 6o-an tentang MSG adalah “anekdot” Gejala
Complex MSG ” atau ” Chinese Restaurant Syndrome “, yang menimbulkan gejala
seperti sakit kepala, murus, berkeringat dingin, mati rasa, nyeri dada, mual,
jantung berdebar-debar, dan tubuh lemah. Namun beberapa penelitian belum
menemukan bukti meyakinkan, yang menghubungkan MSG dengan gejala-gejala
tersebut. Meskipun demikian juga diakui, bahwa sebagian orang mungkin akan
mengalami reaksi gejala ringan jangka pendek terhadap MSG. Meskipun stigma
aditif ini mungkin masih bertahan hingga kini, penggunaan MSG atau yang terkait
glutamat lainnya umumnya dirasakan tidak berbahaya oleh komunitas ilmiah.
Dugaan-dugaan terkait MSG yang
Merugikan kesehatan
Bruce McEwen dan Elizabeth Lasley dalam bukunya ”The End of
Stress as We Know It”. Glutamat yang terkandung dalam MSG ini yang harus
menjadi perhatian, karena dapat diserap dengan cepat pada saluran pencernaan,
dan bisa menyebabkan lonjakan asam glutamat (hasil dari pemecahan glutamat)
dalam darah. Jumlah tinggi asam glutamat dalam darah bisa berbahaya, dan dapat
menyebabkan kejang epilepsi, kerusakan otak, dan gangguan produksi hormon.
Dijelaskan juga bahwa efek ini hanya bisa terjadi jika mengkonsumsi glutamat
dalam dosis besar dalam waktu singkat, dan ini tidak mungkin jika hanya mengkonsumsi
MSG hanya dari makanan.
Melissa Bernstein dan Ann Luggen dalam bukunya, ”Nutrition
for the Older Adult“. Anggapan merugikan
kesehatan lain tentang MSG adalah bisa menghambat penekanan nafsu makan, yang
menyebabkan rasa lapar, meskipun sudah makan dalam jumlah yang banyak.
MSG adalah aditif yang bisa
menstimulasi otak, sehingga orang yang biasa mengkonsumsi MSG akan merasa tak memiliki
nafsu makan jika suatu saat tanpa MSG pada makanannya. Sehingga dengan
demikian, seseorang harus menggunakan MSG secara terus menerus agar ia memiliki
nafsu makan. Karena MSG umumnya ditemukan pada makanan junkfood yang tak sehat,
maka dampak buruknya adalah ketika seseorang sudah tidak tertarik lagi pada
makanan sehat bergizi seperti sayuran dsb. Buktinya lebih banyak terlihat pada
anak-anak.
Semua yang diproduksi MSG mengandung D- isomer yang
merupakan racun saraf. Glutamat adalah neurotransmitter, akan tetapi otak hanya
menggunakan konsentrasi yang sangat kecil (tidak lebih besar dari 8 sampai
12μg) . Di atas 12μg glutamat menjadi beracun karena neuron akan mulai api
normal dan stres menyebabkan sel mengalami apoptosis tinggi. Glutamat mengikat
reseptor, yang menyebabkan saluran membuka, dan natrium dan kalsium akan masuk
ke dalam sel. Pada konsentrasi glutamat yang sangat tinggi, reseptor ini
menjadi hyperstimulated, dan memungkinkan terjadi kelebihan kalsium melintasi
membran sel. Peningkatan kalsium intraseluler ini diperkirakan akan memicu
serangkaian kejadian termasuk, aktivasi enzim Nitric Oxide synthase (yang
menciptakan bentuk radikal bebas oksida nitrat), dan regenerasi jenis oksigen
yang reaktif. Pada akhirnya, zat ini beracun ini akan membuat kerusakan yang cukup
untuk membuat sel menjadi rusak.
Dalam penjelasan tersebut tentu
dapat dipastikan terdapat berbagai macam akibat-akibat yang dihasilkan, mau
yang bersifat baik bagi kesehatan maupun buruk bagi tubuh. Walaupun masyarakat
mengetahui bahwa mengonsumsi MSG yang terlalu banyak dapat memberikan efek
negatif, tetapi sebagian besar orang tetap mengonsumsinya. Banyak fakta yang
menuduh bahwa MSG sebagai biang penyakit, akan tetapi fakta baru juga
mengatakan penggunaan MSG juga memberikan dampak positif bagi kita. Berikut ini
adalah dampak positif dan negatif dari mengunakan MSG:
1.
Sakit kepala atau Kerusakan Otak
Sulit untuk
membayangkan bahwa penyedap makanan yang umum digunakan ini sebenarnya
berbahaya, bahkan dapat menyebabkan seperti kerusakan otak yang serius.Namun
kenyataannya memang demikian, mengkonsumsi MSG secara rutin dapat menyebabkan
degenerasi otak dan sel-sel sistem saraf. Pertama, penting untuk mengetahui
bagaimana MSG dapat mempengaruhi otak. Monosodium glutamat adalah jenis
excitotoxin. Setelah Anda mengonsumsi makanan yang kaya MSG, selanjutnya MSG
masuk ke aliran darah sebelum menuju ke otak. Setelah di otak, pada dasarnya
MSG hanya merangsang sel-sel otak untuk berpikir bahwa apa yang kita makan
rasanya lezat. Inilah sebabnya sebabnya, mengapa kita sering merasa berhasrat
untuk makanan yang tinggi MSG. Sayangnya, overstimulating otak seperti itu
dapat menyebabkan kelelahan dan kematian sel-sel otak Anda dan ada benarnya
jika orang yang bilang micin bisa membuat Otak Lemot.
2.
Kegemukan/ Obesitas
Jika Anda sedang
merasakan kesulitan untuk menurunkan berat badan , sepertinya MSG bisa menjadi
salah satu penyebabnya. Studi telah berulangkali menghubungkan excitotoxin dan
obesitas. Karena MSG efektif dalam merangsang pikiran untuk menjadi kecanduan
rasa, maka secara otomatis kita mengembangkan keinginan untuk makan-makanan
yang tinggi MSG.
Semakin kuat keinginan
makan-makanan Anda, maka semakin besar kemungkinan Anda akan makan. Semakin
banyak Anda makan, maka akan semakin menambah berat badan. Bahkan, MSG sangat
efektif untuk mendorong kenaikan berat badan, yang digunakan oleh para ilmuwan
ketika mereka ingin menginduksi obesitas pada hewan di laboratorium.
3.
ADD dan ADHD
Anak-anak, bahkan bayi
yang belum lahir seringkali menjadi korban umum monosodium glutamat. Otak Janin
serta anak-anak sepenuhnya masih berkembang. Perkembangan ini dapat dengan
mudah terganggu oleh bahan kimia berbahaya seperti eksitoksin. Jika Anda sedang
hamil, maka disarankan agar menghilangkan, atau setidaknya mengurangi MSG untuk
makanan sehari-hari. Jika tidak maka ada kemungkinan jika MSG dapat menyebabkan
janin mengembangkan Attention Deficit Disorder atau Attention Deficit
Hyperactivity Disorder atau bahasa kitanya Anak dengan Hiperaktif. Hal ini
karena MSG akan masuk kedalam aliran darah, dan pada akhirnya akan dengan mudah
mencapai janin yang sedang berkembang. Orang usia tua juga rentan untuk
mengembangkan neuro-degeneratif penyakit karena eksitoksin. Bahkan, penelitian
telah menunjukkan kemungkinan MSG terkait dengan penyakit Alzheimer.
4.
Tekanan Darah Tidak Normal
Makanan yang kebanyakan
kandungan micin itu akan membuat tekanan darah menjadi tidak normal
(naik-turun). Mengkonsumsi makanan yang mengandung micin terlalu banyak juga
bisa menimbun asam glutamat pada sel otak, sehingga dampak untuk kedepannya
bisa mengakibatkan lumpuh permanen.
5.
Penglihatan yang Menjadi Rusak
Makan makanan bermicin
dapat merusak fungsi mata. Gejala awalnya biasanya ditandai dengan sakit mata.
Setelah itu, penglihatan menjadi kabur sehingga sangat sulit untuk fokus pada
penglihatan. Makanan bermicin memang sangat gurih dan tentunya enak sekali,
tapi demi menjaga dan mencegah hal buruk terjadi, alangkah baiknya agar
mengurangi kadar mecin yang terdapat pada makan makanan.
6.
Mengundang Penyakit Kanker
Micin dibuat dengan
suhu tinggi dan waktunya juga sangat lama. Menurut penelitian, itu dapat
membentuk pirolisis bersifat karsinogenik yakni senyawa berbahaya yang bisa
mengundang kanker datang. Jadi kesimpulannya, makan makananan bermicin
berlebihan bisa mempercepat senyawa kanker datang pada tubuh
.
7.
Menyebabkan Penyakit Jantung
Bahan makanan yang bisa
membuat gurih dan enak ini memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatan
jantung anda. Terlalu banyak makan micin juga bisa membuat jantung anda
berdetak tidak normal. Umumnya ini disertai dengan perasaan cemas. Kondisi
jantung yang kekurangan pasokan darah dapat mengakibatkan nyeri dada parah.
Namun MSG atau yang
biasa disebut dengan Mecin tidak selamanya hanya mengandung dampak yang buruk
bagi kehidupan manusia, ada beberapa hal yang terdapat dalam kandungan MSG atau
Mecin yang bagus atau baik untuk dikonsumsi oleh tubuh manusia, beberapanya
adalah sebagai berikut :
1. MSG tersusun oleh
unsur-unsur nutrisi seperti 75% glutamat, 12% natrium, dan 10% air. Dimana
glutamat merupakan salah satu dari 20 asam amino pembentuk protein yang
terdapat dalam makanan dan tubuh manusia, begitu juga dengan natrium.
2. Glutamat memainkan peranan
fisiologi penting pada tubuh. Makanan yang enak karena glutamat, baik dari
makanan ataupun MSG dapat merangsang produksi cairan pencernaan sehingga daya
cerna makanan menjadi lebih baik. Glutamat yang berada didalam usus halus juga
berfungsi sebagai sumber tenaga absorpsi unsur-unsur nutrisi kedalam darah, dan
memaikan peranan sentral dalam bebagai metabolism tubuh. Jika saat mengonsumsi
makanan yang mengandung glutamat dan merasa haus, berarti ada yang tidak benar
dengan tubuh anda
3. Badan-badan kesehatan dunia
menyatakan MSG aman. MSG baik dikonsumsi sejauh tidak berlebihan. Walaupun aman
untuk dikonsumsi, MSG hendaknya tidak diberikan kepada orang yang tengah
mengalami cidera otak karena stroke, terbentur, terluka, atau penyakit syaraf.
Penumpukan asam glutamat pada jaringan sel otak dapat menyebabkan kelumpuhan.
Kesimpulan
Monosodium glutamat adalah bahan kimia yang umum ditambahkan
pada makanan olahan, seperti bumbu, saus ,sup kaleng, makanan cepat saji,
keripik, makanan beku, ikan, kaldu ayam, mie instan dan khususnya makanan Asia.
Belum ada temuan resmi yang mengumumkan sebuah kondisi umum tertentu yang
dipastikan akibat dari efek samping makan vistsin. Cara terbaik untuk menyikapi
pendapat-pendapat diatas adalah, dengan membatasi konsumsi atau penggunaannya
sehari-hari pada makanan. Terutama bagi yang mengalami sensitifitas terhadap
MSG, sebaiknya memang menghindari penggunaan MSG atau makan-makanan yang
mengandung MSG. Karena walau bagaimanapun, MSG adalah tak lebih dari sebuah
bahan kimia. Dimana penggunaan dalam dosis tinggi juga bisa sangat mungkin
untuk bisa menimbulkan reaksi sampingan tertentu.
Daftar
Pustaka :
http://tonyotonyo.com/20151002dampak-positif-dan-negatif-dari-penggunaan-msg
(dampak Positif MSG) :diakses pada 18 Maret 2018
https://www.tipscaraterbaik.com/apakah-vetsinmicinmsg-memiliki-efek-samping-buruk-bagi-kesehatan.html
(Penjelasan tentang MSG) :diakses pada 18 Maret 2018
http://pengobatankesemutan.com/bahaya-makan-micin/
(dampak Negatif MSG) :diakses pada 18 Maret 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar