Senin, 19 Maret 2018

Bahayanya dampak mecin bagi kehidupan


Dampak Akibat dan Penjelasan Seputar  MSG (mecin)

Masyarakat umumnya menyebut bahan ini dengan Vestsin, sebagian lagi mengenalnya derngan micin. Vestsin Atau micin adalah bahan yang memiliki nama ilmiah MSG(monosodium Glutamate), yang paling umum dikenal sebagai bahan penyedap pada masakan. Hingga kini masih terjadi perdebatan, mengenai efek samping mengkonsumsi MSg dari makanan setiap hari.

MSG atau kepanjangan dari Monosodium Glutamate merupakan salah satu bumbu pelezat makanan yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Setiap makan yang dimasak oleh keluarga kita ataupun para penjualan makanan hampir semuanya menggunakan MSG sebagai penyedap makanan. Tujuan dari penambahan MSG agar makanan terasa lezat dan gurih. beberapa orang akan mengatakan makanan akan terasa kurang nikmat dan gurih ataupun ada rasa yang hilang jika kita tidak menambahkan bumbu penyedap ini kedalam makanan.

Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang apa saja  seputar macam-macam dan hal-hal yan terdapat dalam kandungan MSG, dari segi keburukan atau dampaknya maupun kelebihannya sekalipun. berikut adalah beberapa penjelasan seputar MSG.


Terbuat dari apakah Monosodium glutamate?

Menurut Volker Wendisch dalam bukunya yang berjudul “Amino Acid Biosintesis”, Monosodium glutamat ditemukan dan diisolasi dari hydrolyzates rumput laut jepang ” konbu ” oleh Dr Kikunae Ikeda. Pada tahun 1912, monosodium glutamat mulai diproduksi secara massal oleh perusahaan Ajinomoto di Jepang. Belum sampaipada tahun 1950-an, produksi MSG sudah mulai menggunakan bahan dari hasil fermentasi gula murah dan amonia untuk menghasilkan glutamat. fermentasi gula murah adalah yang kita kenal dengan nama gula tetes tebu.

Keamanan MSG

Menurut Food and Drug Administration USA, WHO, dan FAO Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebenarnya MSG ini adalah bahan makanan yang aman. Namun seiring dengan semakin banyaknya bahan ini digunakan diseluruh dunia, maka mulai timbul banyak Kontroversi tentang MSG. Banyak laporan keluhan negatif tentang efek samping mengkonsumsi makanan yang mengandung vetsin. Anekdot yang muncul Sejak tahun 6o-an tentang MSG adalah “anekdot” Gejala Complex MSG ” atau ” Chinese Restaurant Syndrome “, yang menimbulkan gejala seperti sakit kepala, murus, berkeringat dingin, mati rasa, nyeri dada, mual, jantung berdebar-debar, dan tubuh lemah. Namun beberapa penelitian belum menemukan bukti meyakinkan, yang menghubungkan MSG dengan gejala-gejala tersebut. Meskipun demikian juga diakui, bahwa sebagian orang mungkin akan mengalami reaksi gejala ringan jangka pendek terhadap MSG. Meskipun stigma aditif ini mungkin masih bertahan hingga kini, penggunaan MSG atau yang terkait glutamat lainnya umumnya dirasakan tidak berbahaya oleh komunitas ilmiah.


Dugaan-dugaan terkait MSG yang Merugikan kesehatan


Bruce McEwen dan Elizabeth Lasley dalam bukunya ”The End of Stress as We Know It”. Glutamat yang terkandung dalam MSG ini yang harus menjadi perhatian, karena dapat diserap dengan cepat pada saluran pencernaan, dan bisa menyebabkan lonjakan asam glutamat (hasil dari pemecahan glutamat) dalam darah. Jumlah tinggi asam glutamat dalam darah bisa berbahaya, dan dapat menyebabkan kejang epilepsi, kerusakan otak, dan gangguan produksi hormon. Dijelaskan juga bahwa efek ini hanya bisa terjadi jika mengkonsumsi glutamat dalam dosis besar dalam waktu singkat, dan ini tidak mungkin jika hanya mengkonsumsi MSG hanya dari makanan. 

Melissa Bernstein dan Ann Luggen dalam bukunya, ”Nutrition for the Older Adult“.  Anggapan merugikan kesehatan lain tentang MSG adalah bisa menghambat penekanan nafsu makan, yang menyebabkan rasa lapar, meskipun sudah makan dalam jumlah yang banyak.
MSG adalah aditif yang bisa menstimulasi otak, sehingga orang yang biasa mengkonsumsi MSG akan merasa tak memiliki nafsu makan jika suatu saat tanpa MSG pada makanannya. Sehingga dengan demikian, seseorang harus menggunakan MSG secara terus menerus agar ia memiliki nafsu makan. Karena MSG umumnya ditemukan pada makanan junkfood yang tak sehat, maka dampak buruknya adalah ketika seseorang sudah tidak tertarik lagi pada makanan sehat bergizi seperti sayuran dsb. Buktinya lebih banyak terlihat pada anak-anak.

Semua yang diproduksi MSG mengandung D- isomer yang merupakan racun saraf. Glutamat adalah neurotransmitter, akan tetapi otak hanya menggunakan konsentrasi yang sangat kecil (tidak lebih besar dari 8 sampai 12ÃŽ¼g) . Di atas 12ÃŽ¼g glutamat menjadi beracun karena neuron akan mulai api normal dan stres menyebabkan sel mengalami apoptosis tinggi. Glutamat mengikat reseptor, yang menyebabkan saluran membuka, dan natrium dan kalsium akan masuk ke dalam sel. Pada konsentrasi glutamat yang sangat tinggi, reseptor ini menjadi hyperstimulated, dan memungkinkan terjadi kelebihan kalsium melintasi membran sel. Peningkatan kalsium intraseluler ini diperkirakan akan memicu serangkaian kejadian termasuk, aktivasi enzim Nitric Oxide synthase (yang menciptakan bentuk radikal bebas oksida nitrat), dan regenerasi jenis oksigen yang reaktif. Pada akhirnya, zat ini beracun ini akan membuat kerusakan yang cukup untuk membuat sel menjadi rusak.
 

Dalam penjelasan tersebut tentu dapat dipastikan terdapat berbagai macam akibat-akibat yang dihasilkan, mau yang bersifat baik bagi kesehatan maupun buruk bagi tubuh. Walaupun masyarakat mengetahui bahwa mengonsumsi MSG yang terlalu banyak dapat memberikan efek negatif, tetapi sebagian besar orang tetap mengonsumsinya. Banyak fakta yang menuduh bahwa MSG sebagai biang penyakit, akan tetapi fakta baru juga mengatakan penggunaan MSG juga memberikan dampak positif bagi kita. Berikut ini adalah dampak positif dan negatif dari mengunakan MSG:

1. Sakit kepala atau Kerusakan Otak

Sulit untuk membayangkan bahwa penyedap makanan yang umum digunakan ini sebenarnya berbahaya, bahkan dapat menyebabkan seperti kerusakan otak yang serius.Namun kenyataannya memang demikian, mengkonsumsi MSG secara rutin dapat menyebabkan degenerasi otak dan sel-sel sistem saraf. Pertama, penting untuk mengetahui bagaimana MSG dapat mempengaruhi otak. Monosodium glutamat adalah jenis excitotoxin. Setelah Anda mengonsumsi makanan yang kaya MSG, selanjutnya MSG masuk ke aliran darah sebelum menuju ke otak. Setelah di otak, pada dasarnya MSG hanya merangsang sel-sel otak untuk berpikir bahwa apa yang kita makan rasanya lezat. Inilah sebabnya sebabnya, mengapa kita sering merasa berhasrat untuk makanan yang tinggi MSG. Sayangnya, overstimulating otak seperti itu dapat menyebabkan kelelahan dan kematian sel-sel otak Anda dan ada benarnya jika orang yang bilang micin bisa membuat Otak Lemot. 

2. Kegemukan/ Obesitas

Jika Anda sedang merasakan kesulitan untuk menurunkan berat badan , sepertinya MSG bisa menjadi salah satu penyebabnya. Studi telah berulangkali menghubungkan excitotoxin dan obesitas. Karena MSG efektif dalam merangsang pikiran untuk menjadi kecanduan rasa, maka secara otomatis kita mengembangkan keinginan untuk makan-makanan yang tinggi MSG.
Semakin kuat keinginan makan-makanan Anda, maka semakin besar kemungkinan Anda akan makan. Semakin banyak Anda makan, maka akan semakin menambah berat badan. Bahkan, MSG sangat efektif untuk mendorong kenaikan berat badan, yang digunakan oleh para ilmuwan ketika mereka ingin menginduksi obesitas pada hewan di laboratorium. 

3. ADD dan ADHD

Anak-anak, bahkan bayi yang belum lahir seringkali menjadi korban umum monosodium glutamat. Otak Janin serta anak-anak sepenuhnya masih berkembang. Perkembangan ini dapat dengan mudah terganggu oleh bahan kimia berbahaya seperti eksitoksin. Jika Anda sedang hamil, maka disarankan agar menghilangkan, atau setidaknya mengurangi MSG untuk makanan sehari-hari. Jika tidak maka ada kemungkinan jika MSG dapat menyebabkan janin mengembangkan Attention Deficit Disorder atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau bahasa kitanya Anak dengan Hiperaktif. Hal ini karena MSG akan masuk kedalam aliran darah, dan pada akhirnya akan dengan mudah mencapai janin yang sedang berkembang. Orang usia tua juga rentan untuk mengembangkan neuro-degeneratif penyakit karena eksitoksin. Bahkan, penelitian telah menunjukkan kemungkinan MSG terkait dengan penyakit Alzheimer. 

4. Tekanan Darah Tidak Normal

Makanan yang kebanyakan kandungan micin itu akan membuat tekanan darah menjadi tidak normal (naik-turun). Mengkonsumsi makanan yang mengandung micin terlalu banyak juga bisa menimbun asam glutamat pada sel otak, sehingga dampak untuk kedepannya bisa mengakibatkan lumpuh permanen.

5. Penglihatan yang Menjadi Rusak

Makan makanan bermicin dapat merusak fungsi mata. Gejala awalnya biasanya ditandai dengan sakit mata. Setelah itu, penglihatan menjadi kabur sehingga sangat sulit untuk fokus pada penglihatan. Makanan bermicin memang sangat gurih dan tentunya enak sekali, tapi demi menjaga dan mencegah hal buruk terjadi, alangkah baiknya agar mengurangi kadar mecin yang terdapat pada makan makanan.

6. Mengundang Penyakit Kanker

Micin dibuat dengan suhu tinggi dan waktunya juga sangat lama. Menurut penelitian, itu dapat membentuk pirolisis bersifat karsinogenik yakni senyawa berbahaya yang bisa mengundang kanker datang. Jadi kesimpulannya, makan makananan bermicin berlebihan bisa mempercepat senyawa kanker datang pada tubuh
 .
7. Menyebabkan Penyakit Jantung

Bahan makanan yang bisa membuat gurih dan enak ini memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatan jantung anda. Terlalu banyak makan micin juga bisa membuat jantung anda berdetak tidak normal. Umumnya ini disertai dengan perasaan cemas. Kondisi jantung yang kekurangan pasokan darah dapat mengakibatkan nyeri dada parah.


Namun MSG atau yang biasa disebut dengan Mecin tidak selamanya hanya mengandung dampak yang buruk bagi kehidupan manusia, ada beberapa hal yang terdapat dalam kandungan MSG atau Mecin yang bagus atau baik untuk dikonsumsi oleh tubuh manusia, beberapanya adalah sebagai berikut :

1. MSG tersusun oleh unsur-unsur nutrisi seperti 75% glutamat, 12% natrium, dan 10% air. Dimana glutamat merupakan salah satu dari 20 asam amino pembentuk protein yang terdapat dalam makanan dan tubuh manusia, begitu juga dengan natrium.

2. Glutamat memainkan peranan fisiologi penting pada tubuh. Makanan yang enak karena glutamat, baik dari makanan ataupun MSG dapat merangsang produksi cairan pencernaan sehingga daya cerna makanan menjadi lebih baik. Glutamat yang berada didalam usus halus juga berfungsi sebagai sumber tenaga absorpsi unsur-unsur nutrisi kedalam darah, dan memaikan peranan sentral dalam bebagai metabolism tubuh. Jika saat mengonsumsi makanan yang mengandung glutamat dan merasa haus, berarti ada yang tidak benar dengan tubuh anda

3. Badan-badan kesehatan dunia menyatakan MSG aman. MSG baik dikonsumsi sejauh tidak berlebihan. Walaupun aman untuk dikonsumsi, MSG hendaknya tidak diberikan kepada orang yang tengah mengalami cidera otak karena stroke, terbentur, terluka, atau penyakit syaraf. Penumpukan asam glutamat pada jaringan sel otak dapat menyebabkan kelumpuhan.

Kesimpulan 

Monosodium glutamat adalah bahan kimia yang umum ditambahkan pada makanan olahan, seperti bumbu, saus ,sup kaleng, makanan cepat saji, keripik, makanan beku, ikan, kaldu ayam, mie instan dan khususnya makanan Asia. Belum ada temuan resmi yang mengumumkan sebuah kondisi umum tertentu yang dipastikan akibat dari efek samping makan vistsin. Cara terbaik untuk menyikapi pendapat-pendapat diatas adalah, dengan membatasi konsumsi atau penggunaannya sehari-hari pada makanan. Terutama bagi yang mengalami sensitifitas terhadap MSG, sebaiknya memang menghindari penggunaan MSG atau makan-makanan yang mengandung MSG. Karena walau bagaimanapun, MSG adalah tak lebih dari sebuah bahan kimia. Dimana penggunaan dalam dosis tinggi juga bisa sangat mungkin untuk bisa menimbulkan reaksi sampingan tertentu.

Daftar Pustaka :
http://pengobatankesemutan.com/bahaya-makan-micin/ (dampak Negatif MSG) :diakses pada 18 Maret 2018